masalahnya bukan di digital products-nya

tapi kreator yang gak punya “sosok” untuk dipercaya

prediksi saya mendatang: produk digital akan usai — kalo… dilakukan tanpa “sosok”

kebetulan pernyataan ini juga saya sampaikan di Insight Conversion Clinic Workshop lalu untuk bro D yang tanya jawab di akhir sesi

konteksnya:

bro D punya akun media — yang cukup besar

kebanyakan diisi konten tulisan tentang pernikahan

faceless tanpa wajah.

terus balik lagi ke pernyataan awal…

maksudnya “sosok” nih gimana mas?

definisi sosok:

ada figurnya

ada ceritanya

ada dunia yang sedang dibangun

ini hal sederhana, yang sebaiknya mulai dipertimbangkan bagi kamu yang menjalankan akun media kayak bro D

gak harus tampil wajah

gak harus rekam video

tapi harus ada “sosok”-nya

karena dengan begitu, akan lebih udah untuk orang mengenal & dekat denganmu sebagai kreator

lihat gimana cara saya mengubah salah satu kontennya, menjadi punya “sosok” — sehingga punya daya beli untuk calon buyersnya:

__

nb.

workshop dan tanya jawab dengan bro D bisa kamu dapetin di Insight Conversion Clinic Workshop

— ini salah satu dari 12 asets yang saya bagikan dengan diskon 90% (hemat Rp 1.161.000) khusus Black Friday ini

link:

(tinggal 8 hari lagi sebelum offer ini saya close)

salam hangat,

Likes Don’t Pay,

Teddy Sheehan